blogpenna.com

April 30th, 2010 Engsel dan Rel

Untuk beberapa material furniture yang kita dapatkan dengan cara membeli kita tidak bisa menentukan atau bahkan ingin merubah accesories seperti rel, engsel, handle dan lain2. Mungkin saya bisa menyarankan bagi anda yang ingin membuat furniture atau memesan lewat jasa bengkel furniture di sekitar rumah anda, karena ada beberapa barang yang fungsinya sama tapi dari bentuk dan kekuatan dari produk tersebut sangat jauh berbeda dan semua tergantung dari beban apa yang nantinya akan ditanggung oleh barang rel atau engsel tersebut.

yang saya tau ada beberapa jenis rel (mungkin yang gak taunya banyak  ^_^)  yang berada di pasaran atau toko perlengkapan meubel baik didaerah Klender, Pinangsia dan Panglima Polim.  Semua menjual barang yang sama yaitu rel biasa (dengan roda), rel double, rel grandouble (seperti gambar diatas bagian bawah), rel hidroulik (seperti gambar diatas bagian atas).

Ini yang kita perhatikan, bila nantinya beban yang akan diterima oleh rel tersebut ringan maka rel biasa (dengan roda) saya rasa cukup misalnya hanya seberat maksimum 2 kg, dan untuk penggunaan maksimum 3 kg saya bilang cukup (sesuai pengalaman lebih dari 3 kg rel tsb agak berat… :) ). Bila memang ternyata beban diatas itu seperti untuk laci buku2 besar lebih baik menggunakan rel hidroulik. karena material yang dibawa dari barang tersebut cukup bagus… (harganya juga cukup bagus.. 8) kira2 Rp. 70,000an keatas tergantung ukurang panjang laci dan model) tapi buat saya dengan harga yang telah dikeluarkan saya rasa sangat layak karena benar2 kuat dan awet.

Mungkin yang agak susah saat pemasangan aja, karena tidak semua tukang kayu bisa rapih saat pemasangannya…tergantung dari pengalaman juga sering atau tidak dia biasa memasang rel tersebut.

ok, semua kembali kepada anda, lihat dari penggunaannya dan disesuaikan dengan keadaan yang akan digunakan nantinya.

1 hal lagi (hampir lupa.. :woot: ) ini kebiasaan yang hampir semua dilakukan oleh tukang kayu saat pemasangan rel atau engsel, cek semua lubang baut yang telah disediakan oleh pabrik untuk diberikan baut..misal, dibagian rel biasanya ada jumlah 5 lubang yang harus diberi sekrup..tetapi mereka hanya memasang 3 sekrup. alasannya klasik.. “3 aja kuat koq, klo gak kuat jangan beli ditoko itu lagi…..eerrggghhhh….” :evil:  malah tokonya yang disalahin…

8 Responses to “Engsel dan Rel”

  1. Safriudin Says:

    betul gan, emang kaya begitu tukang, harus kita yang kontrol banget.
    namanya juga ngejar untung buat dia. serba salah. mau murah tapi buru-buru hasilnya gak bakalan bagus. ane boleh maen ke workshop agan?? minta alamatnya donk..

    [Reply]

    penna Reply:

    Bener bro, duit bisa dicari, kualitas pasti dicari..jangan tergoda dengan proyek murah yang terlalu nekan budgetnya, yang ada nanti kita sendiri yang kerja 2 kali..dikomplain sana sini..(mending dikomplain, klo suruh ganti babak belur..huehhehee…;) ati2 juga buat pemakaian barang2 murah, cape..baru sebentar udah rusak mulu.. dateng aja bos, Jl. TB. Simatupang 100 D. tanya aja disitu sama kios2 depan..ane dibelakangnya.. ditunggu yee boss..

    [Reply]

  2. deff Says:

    wahhh sangant menarik bosss thanks infonya

    [Reply]

  3. penna Says:

    sama2 sobb.. thanks buat waktunya.. :-)

    [Reply]

  4. Lukm Says:

    mas bro.. gmn si cara masang rel biasa.? tolong pencerahannya..

    [Reply]

    penna Reply:

    wahhh… rel biasa mah gampang boss.. cuma susah ngejelasinnya. tapi yang pasti jarak body laci2 itu musti dikurangin sesuai ketebalan rel itu sendiri.
    dateng aja deh..ntar ane contohin.. hehhee..

    [Reply]

  5. EZA Says:

    buka kursus ga gan, kursusin bikin mebel donk gan..hehehe.

    [Reply]

  6. Cella Says:

    Permisii mau nanya, rel tandem itu apa ya? Bedanya dengan rel biasa apa? Biasa dipake itu laci seperti apa? Thankyuu..

    [Reply]

Leave a Reply

CommentLuv Enabled
[+] kaskus emoticons nartzco